Wakil Bupati Banyuwangi Ir Mujiono saat meresmikan program tersebut/Foto : PojokEtane.web.id/Siti Kundariyati.
BANYUWANGI,PojokEtane.web.id – PT PLN (Persero) merealisasikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui serah terima dan peresmian bantuan Desa Siaga Bencana di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Selasa (15/4/26).
Bantuan senilai Rp200 juta tersebut difokuskan pada penyediaan air bersih guna mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya akibat fenomena El Nino.
Fasilitas yang dibangun meliputi tandon air, jaringan pipanisasi sepanjang 1.300 meter, serta sambungan rumah yang menjangkau 55 penerima manfaat.
Infrastruktur ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka menengah dalam mengurangi risiko krisis air bersih saat kemarau panjang.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi, Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahroby, unsur Forkopimcam Bangorejo, serta perangkat Desa Kebondalem.
Kepala Desa Kebondalem, Iksan, mewakili Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sumber Alam, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menegaskan fasilitas yang telah dibangun akan dimanfaatkan secara optimal dan dikelola berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono yang meresmikan program tersebut berharap bantuan ini mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
General Manager PT PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menyebut program ini sebagai bentuk komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga sumber daya air serta kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk El Nino.
Program ini diharapkan menjadikan Desa Kebondalem semakin siap menghadapi potensi kekeringan, sekaligus menjadi contoh desa siaga bencana yang adaptif terhadap perubahan iklim secara mandiri dan berkelanjutan,”Pungkasnya.












