“Hangatnya Iduladha di Lapas Banyuwangi, Ratusan Warga Binaan Kompak Nyate Bareng”

banner 120x600
Warga binaan tampak kompak menggelar kegiatan nyate bareng di lingkungan lapas Banyuwangi/Foto Istimewa.

BANYUWANGI,PojokEtane.web.id – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Ratusan warga binaan tampak kompak menggelar kegiatan nyate bareng di lingkungan lapas yang berada di Jalan Letkol Istiqlah, Rabu (27/5/26).

Kegiatan tersebut digelar usai proses penyembelihan hewan kurban di dalam lapas.

Berbeda dari biasanya, panitia tidak membagikan daging dalam bentuk mentah, melainkan telah dipotong kecil dan ditusuk rapi menjadi sate siap bakar.

Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, mengatakan konsep tersebut sengaja dirancang untuk membangun rasa kekeluargaan dan mempererat solidaritas antarwarga binaan.

“Melalui kegiatan nyate bareng ini kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Mereka bisa saling membaur tanpa sekat serta merasakan hangatnya Iduladha meski berada di dalam lapas,”katanya.

Menurut Solichin, kegiatan itu juga menjadi bagian dari pembinaan humanis agar warga binaan tetap dapat merasakan suasana hari raya seperti masyarakat pada umumnya.

Terlebih, sebagian besar dari mereka harus menjalani Iduladha jauh dari keluarga.

“Momentum seperti ini penting untuk menjaga semangat dan psikologis warga binaan. Kami ingin mereka tetap merasakan kebahagiaan Lebaran,”ungkapnya.

Pelaksanaan nyate bareng dilakukan serentak di lapangan masing-masing blok hunian dengan pengawasan ketat petugas lapas.

Meski melibatkan pembakaran sate dan penggunaan tusuk bambu, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

“Pengawasan tetap kami lakukan secara maksimal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun suasana tetap cair dan penuh kebersamaan,”terangnya.

Pada Iduladha tahun ini, Lapas Banyuwangi menghimpun 12 ekor hewan kurban yang terdiri atas tiga ekor sapi dan sembilan ekor kambing.

Hewan kurban tersebut berasal dari pegawai lapas, instansi vertikal, rekanan, hingga keluarga warga binaan.

Salah satu warga binaan berinisial SF mengaku terharu dapat kembali merasakan tradisi membakar sate yang dulu rutin dilakukan bersama keluarganya setiap Iduladha.

“Saya sangat bersyukur. Dulu setiap Iduladha selalu nyate bersama keluarga di rumah. Terima kasih kepada pihak lapas karena kami masih bisa merasakan suasana Lebaran di sini,”pungkasnya.

Penulis: Ikhsan Suryadi Editor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *