Diduga Depresi, Anak Kandung Aniaya Ibu Hingga Tewas Bersimbah Darah

banner 120x600

Pelaku berinisial AS saat ditangkap petugas Kepolisian Polsek Pesanggaran,  Banyuwangi, Foto : Ikhsan Suryadi –  PojokEtane.web.id.

BANYUWANGI,PojokEtane.web.id  – Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga, setelah seorang anak kandung tega menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, bersimbah darah segar.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah permukiman warga yang sontak membuat geger masyarakat, Kampungbaru, Lampon, Desa Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sekitar pukul 01.00 wib.

Kapolsek Pesanggaran, Kompol Maskur, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan petugas kami, pelaku diduga melakukan aksi kekerasan terhadap korban di dalam rumah, hingga mengakibatkan korban mengalami luka parah.

Warga yang mengetahui kejadian itu bernama Dalim, tetangga korban dan segera berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib.

Karena situasi mencekam Dalim tidak berani masuk rumah milih lari sambil teriak tolong – tolong, karena ada seorang pemuda bernama AS membawa parang,”terang Kapolsek Pesanggaran.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan pelaku untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, motif di balik aksi keji tersebut masih didalami oleh aparat kepolisian.

Setelah pelaku berhasil diamankan, warga bersama petugas segera memeriksa kondisi para korban, Suratun diketahui telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, korban lain bernama Dedi mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pesanggaran sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Al – Huda Genteng untuk penanganan lebih lanjut,”tambah kompol Maskur.

Setelah menangkap pelaku, Polisi juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bilah parang, satu pisau, dan satu batang kayu.

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku diduga mengalami depresi sejak bercerai dengan istrinya sekitar tiga hingga empat tahun lalu.

Saat ini, AS telah diamankan di Polsek Pesanggaran untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara pasti motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat pelaku merupakan anak kandung korban sendiri.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang,”pungkas Kapolsek Pesanggaran.

Penulis: Ikhsan Suryadi Editor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *