Bocah usia 7 tahun meninggal dunia gara -gara sandal miliknya kejebur sungai /Foto PojokEtane.web.id (Ikhsan Suryadi).
BANYUWANGI,PojokEtane.web.id – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 7 tahun yang dilaporkan terseret arus sungai setelah berusaha mengambil sandal miliknya yang terjatuh ke aliran sungai, Rabo (11/3/26).
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh warga dan tim penyelamat. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang bermain di sekitar sungai.
Saat itu, sandal yang dikenakannya terjatuh dan hanyut terbawa arus. Korban kemudian berusaha mengambil sandal tersebut dengan turun mendekati aliran sungai.
Namun nahas, derasnya arus membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terseret arus.
Rekan korban yakni Hanan, Hoki dan Kenza berlari kerumah korban dan memberitahukan kepada orang tuanya Bahwa Ahmad Baihaqi Nadhirrizky (7) kejebur sungai.
Mengetahui peristiwa tersebut Ayah korban bernama Vino A’ang Dahniar langsung berupaya memberikan pertolongan serta melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
Selang beberapa menit kemudian Bhabinkamtibmas Desa Jajag, Aipda Geger Yuliasmoko, bersama warga sekitar melakukan pencarian terhadap korban.
Tim gabungan bersama warga setempat segera melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Setelah dilakukan penyisiran beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke rumah Sakit (RS) Al-Rohmah Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi untuk dipastikan nyawa korban bisa diselamatkan.

Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto, membenarkan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai belakang SDN 6 Jajag, Kecamatan Gambiran.
Menurut pengakuan pihak keluarga, bahwa korban diketahui tidak bisa berenang,”terang Kapolsek Gambiran, AKP. Dwi Wijayanto.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta warga sekitar.
AKP. Dwi Wijayanto, mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai atau area yang berpotensi membahayakan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,”pungkasnya.














