Guru Agama Hindu (Lilis Andayani, S.Pd.H) saat memberikan pelajaran Pasraman Kilat bertujuan meningkatkan kedisiplinan serta memperkuatSraddha dan Bhakti siswa Kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Fot/Ikhsan Suryadi/Pojoketane.web.id.
BANYUWANGI,Pojoketane.web.id – Suasana religius mewarnai kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 2 Purwoharjo selama bulan suci Ramadan, Rabo (25/2/26).
Sekolah menggelar Pondok Ramadan selama sepekan yang diikuti seluruh siswa sesuai agama dan keyakinan masing-masing sebagai bentuk pembinaan karakter dan penguatan nilai toleransi.
Khusus siswa beragama Hindu, pembinaan dilakukan melalui kegiatan Pasraman Kilat yang dilaksanakan di pura setempat.
Program ini menjadi ruang pendalaman ajaran agama sekaligus sarana memperkuat sikap saling menghormati di tengah keberagaman warga sekolah.
Guru Pendidikan Agama Hindu, Lilis Andayani, mengatakan Pasraman Kilat bertujuan meningkatkan kedisiplinan serta memperkuat Sraddha dan Bhakti siswa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Melalui kegiatan ini kami berharap siswa lebih disiplin menjalankan ajaran agama, memahami nilai-nilai dharma, serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,”terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan sikap hormat kepada orang tua dan guru, serta menjaga toleransi antarumat beragama sebagai bagian dari karakter pelajar.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti persembahyangan bersama, pembacaan sloka, pendalaman materi keagamaan, diskusi etika Hindu, hingga praktik pembuatan sarana upacara sederhana.
Kegiatan berjalan khidmat dengan tetap menghadirkan suasana kebersamaan, salah satu siswi kelas VIII A, Keyna Jyesta Hadiadi, mengaku senang dapat mengikuti Pasraman Kilat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menambah pemahaman tentang makna sembahyang dan pentingnya berbakti kepada orang tua serta guru.
“Saya jadi lebih memahami ajaran agama dan merasa lebih disiplin. Selain itu, kebersamaan dengan teman-teman juga semakin erat,”Ungkapnya.
Melalui Pondok Ramadan dan Pasraman Kilat ini, pihak sekolah berharap peserta didik tidak hanya unggul secara akademik.
Tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang religius, toleran, dan berkarakter sesuai ajaran agama masing-masing,”Pungkasnya.














