Berita  

Penjualan Takjil di Pasar Ramadhan Meningkat, Peluang Ekonomi Harus Diimbangi Perlindungan Kesehatan Masyarakat

banner 120x600

BANYUWANGI,Pojoketane.web.id Pemerintah Banyuwangi (Pemkab) menegaskan komitmennya menjaga keamanan pangan selama Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (24/2/26).

Meningkatnya aktivitas penjualan takjil di berbagai pasar Ramadhan dinilai sebagai peluang ekonomi yang harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat.

Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan, Ramadhan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga kesempatan untuk menjaga kualitas kesehatan warga.

“Ramadhan harus berjalan aman, sehat, dan membahagiakan. Jangan sampai kebahagiaan berbuka terganggu oleh makanan yang tidak aman. 

Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung pedagang agar usahanya tetap sehat dan berkelanjutan,”terang Ipuk.

Ia mengingatkan, pola konsumsi saat berbuka puasa cenderung tinggi gula, garam, dan lemak. 

Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025, sebanyak 11,11 persen warga dewasa Banyuwangi terdeteksi hipertensi dan 8,87 persen berada pada kategori prehipertensi. 

Artinya, hampir satu dari lima orang dewasa berada dalam spektrum risiko tekanan darah tinggi. 

Konsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan dapat memperburuk kondisi tersebut serta meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Banyuwangi melakukan pengawasan di pasar takjil. 

Pada kegiatan Festival Ngerandu Buko di Pantai Marina Boom, Rabu (19/2/2026), petugas memeriksa 14 pedagang dengan total 17 sampel makanan dan minuman.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir, menyampaikan seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif dari bahan tambahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methyl yellow.

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel aman. Tidak ditemukan formalin, boraks, maupun pewarna tekstil. 

Ini menunjukkan kesadaran pedagang semakin baik. Namun selama Ramadhan, pengawasan tetap kami lanjutkan secara rutin melalui uji petik di pasar takjil,”ujarnya.

Untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, Pemkab Banyuwangi mengimbau penerapan lima prinsip Jajanan Sehat Ramadhan. 

Takjil harus aman dan bebas bahan berbahaya; sehat dengan membatasi gula, garam, dan lemak; bergizi seimbang, berbasis bahan pangan lokal Banyuwangi, serta bersih, yakni disajikan tertutup dan diolah secara higienis.

Pedagang juga diingatkan bahwa makanan siap saji sebaiknya dikonsumsi maksimal empat jam setelah matang jika disimpan pada suhu ruang guna mencegah pertumbuhan bakteburi.

Amir mengajak masyarakat turut berperan aktif menjaga kesehatan selama Ramadhan dengan memilih jajanan yang bersih dan tidak berwarna mencolok serta membatasi konsumsi minuman manis.

Sementara itu, Ipuk menegaskan, kebijakan pengawasan pangan ini bukan sekadar pengendalian, melainkan investasi kesehatan jangka panjang.

Dengan pengawasan intensif, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Banyuwangi optimistis Ramadhan 1447 Hijriah dapat berlangsung aman, sehat, dan penuh berkah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Penulis: Ikhsan Suryadi Editor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *