Polres Probolinggo bersama TNI melakukan Aksi bersih-bersihAksi bersih-bersih di Gunung Bromo|Foto Ist|PojokEtane.web.id.
PROBOLINGGO,Pojoketane.web.id – Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian. Ratusan personel dan relawan turun langsung menggelar kerja bakti massal di kawasan destinasi unggulan tersebut, Senen (16/2/26).
Aksi bersih-bersih ini digagas Polres Probolinggo Polda Jatim sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional “Indonesia Asri”.
Kegiatan tersebut melibatkan TNI, pelaku usaha wisata, Forum Sahabat Gunung, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pengelola hotel, sopir jeep wisata, hingga pedagang asongan.
Kerja bakti menyasar sejumlah titik strategis, mulai jalur masuk menuju lautan pasir, area lautan pasir, Lembah Watangan, hingga sekitar Pura Agung Poten.
Sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah kemasan yang ditinggalkan pengunjung menjadi fokus pembersihan.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala menegaskan, menjaga kebersihan Bromo bukan semata tugas petugas, melainkan tanggung jawab kolektif.
“Kami ingin memastikan bahwa kelestarian Gunung Bromo adalah komitmen bersama, tanpa sinergi, kawasan wisata ini akan sulit terjaga,”ujar AKP Ardhi.
Ia menambahkan, kebersihan kawasan wisata memiliki dampak langsung terhadap citra daerah dan perputaran ekonomi masyarakat.
Lingkungan yang terawat akan meningkatkan kenyamanan dan rasa aman wisatawan, yang pada akhirnya mendongkrak pendapatan pelaku usaha lokal.
“Jika kawasan ini bersih dan tertata, wisatawan akan kembali. Dampaknya dirasakan hotel, jasa transportasi, hingga pedagang kecil,”terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga mengimbau pengunjung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas umum, serta mematuhi aturan keselamatan selama berada di area wisata.

Ketua Komunitas Alam Hijau Prabulinggih, Bambang Heri Wahyudi, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini.
Menurutnya, partisipasi ratusan peserta berhasil mengumpulkan sampah setara lima kendaraan, baik truk maupun pikap.
Sementara itu, pelaku usaha berharap aksi serupa dapat digelar rutin, terutama saat libur panjang ketika lonjakan wisatawan berpotensi meningkatkan volume sampah secara signifikan.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian Bromo adalah investasi jangka panjang-bagi lingkungan, pariwisata, dan generasi mendatang,”Pungkasnya.














