Satpolairud Polres Gresik Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan Waspadai Cuaca Ekstrem

banner 120x600

GRESIK,PojokEtane.web.id – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik, Polda Jatim menghimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi di wilayah perairan Kabupaten Gresik.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, didampingi personel Satpolairud Polres Gresik saat melaksanakan patroli dan sambang nelayan di sejumlah pesisir dan pelabuhan tradisional.

Nelayan diminta untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berangkat melaut serta melengkapi diri dengan alat keselamatan, pada saat sambang Nelayan yang digelar di Balai Nelayan Sido Fajar, Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Dalam pertemuan tatap muka tersebut, Kasatpolairud Polres Gresik didampingi sejumlah personel Satpolairud, di antaranya Bripka Yudi Utomo, Bripda Ganang Winduh Nugroho, dan Bripda Ahmad In’am Hidayatur Arzaqy.

Kasatpolairud meminta Ketua Rukun Nelayan setempat agar aktif mengingatkan anggotanya untuk selalu mengutamakan standar keselamatan melaut, khususnya saat cuaca ekstrem, serta menjaga kerukunan antar nelayan.

“Jaga keharmonisan antar sesama nelayan, dan menekankan pentingnya penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, dengan begitu situasi kamtibmas di wilayah pesisir dapat tetap aman dan kondusif,”Kata, AKP I Nyoman Ardita.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga keberlangsungan ekosistem dan biota laut di perairan Gresik agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain memberikan edukasi, Satpolairud Polres Gresik juga membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi dan keluhan warga nelayan Gresik.

Sejumlah persoalan mengemuka, di antaranya kondisi cuaca buruk akibat musim angin barat yang menyulitkan aktivitas melaut, serta maraknya penggunaan jaring trawl (pukat harimau) yang beroperasi terlalu dekat dengan garis pantai. 

Praktik tersebut dinilai merugikan nelayan tradisional dan berpotensi merusak terumbu karang.

Menanggapi hal tersebut, pihak Satpolairud Polres Gresik akan terus melakukan patroli dan penertiban terhadap nelayan yang menggunakan jaring trawl (pukat harimau).

Di akhir kegiatan, Polres Gresik mengajak masyarakat pesisir untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. 

Warga diminta segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana atau gangguan kamtibmas di laut maupun di darat melalui kantor kepolisian terdekat, Call Center 110 yang aktif 24 jam, atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006.

Melalui kegiatan Sambang Nelayan Mengare ini, Satpolairud Polres Gresik berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian dan masyarakat nelayan, sekaligus mendukung keselamatan pelayaran serta kelestarian sumber daya laut di Kabupaten Gresik,”Pungkasnya.

Penulis: PojokEtane.web.idEditor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *