Pengunjung TWA Kawah Ijen Dibatasi Maksimal 2.000 Orang per Hari

banner 120x600

BANYUWANGI,Pojoketane.web.id –
Pesona Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, memang selalu menggoda wisatawan, terutama saat musim liburan, fenomena alam langka yang hanya ada di Gunung Ijen Banyuwangi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun demi menjaga keselamatan pengunjung sekaligus kelestarian kawasan, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen memberlakukan pembatasan jumlah kunjungan dipuncak Gunung Ijen.

Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, mengatakan setiap harinya, jumlah wisatawan yang diperbolehkan masuk kawasan wisata Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dibatasi maksimal 2.000 pengunjung.

Pembatasan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kepadatan pengunjung yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, mengingat aktivitas. kawah masih mengeluarkan asap,”terangnya.

Kebijakan ini diterapkan guna menjaga keselamatan pengunjung sekaligus kelestarian kawasan, menyusul aktivitas kawah yang masih mengeluarkan asap.

“Kami menghimbau bagi wisatawan TWA Kawah Ijen untuk melakukan reservasi melalui sistem pemesan daring yang telah disediakan, jika kuota harian telah terpenuhi, maka pendaftaran otomatis akan ditutup.

Dengan adanya pembatasan ini, pengelola berharap wisatawan tetap dapat menikmati keindahan Kawah Ijen dengan aman dan nyaman, sekaligus mendukung upaya pelestarian salah satu destinasi unggulan Banyuwangi tersebut.

Selama periode libur panjang, kunjungan wisatawan domestik tercatat sangat mendominasi. Dari total 8.952 pengunjung, sebanyak 91,8 persen atau 8.223 orang merupakan wisatawan dalam negeri. Sementara wisatawan mancanegara hanya menyumbang sekitar 8,2 persen dari total kunjungan.

Puncak kunjungan terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan total 1.243 wisatawan. Lonjakan signifikan juga tercatat saat Hari Raya Natal, ketika jumlah pengunjung mencapai 808 orang, jauh di atas rata-rata kunjungan harian yang biasanya berada di kisaran 300 hingga 500 orang.

Memasuki akhir tahun, jumlah wisatawan mulai menurun. Setelah puncak kunjungan pada 27–28 Desember 2025, angka kunjungan menurun pada 29 dan 30 Desember, hingga mencapai titik terendah kedua pada malam Tahun Baru, 31 Desember, dengan 591 pengunjung.

“Penurunan ini wajar karena masyarakat cenderung mempersiapkan perayaan malam tahun baru di lokasi lain,”ungkap Dwi.

Menariknya, setelah pergantian tahun, jumlah wisatawan kembali meningkat. Pada hari pertama Tahun Baru, kunjungan ke TWA Kawah Ijen tercatat 744 orang, menandakan antusiasme masyarakat untuk memulai tahun dengan berwisata alam.

Untuk memastikan keselamatan, BBKSDA Jawa Timur secara rutin memberikan informasi kepada pengunjung dan pelaku wisata melalui pengeras suara terkait SOP pendakian, termasuk adanya peningkatan aktivitas tremor dari dasar kawah.

Petugas juga mengingatkan wisatawan agar selalu waspada terhadap potensi keluarnya gas berbahaya, longsor dinding kawah, serta tetap menjaga batas aman kunjungan, yakni 500 meter sebelum dasar kawah.

Selain aspek keselamatan, pengelola turut menaruh perhatian pada kebersihan kawasan. Petugas membagikan kantong sampah kepada pengunjung dan pelaku wisata di titik awal pendakian, serta memastikan seluruh sampah dibawa kembali turun dari kawasan wisata.

“Petugas juga melakukan pengamanan di area Kalipait yang saat ini ditutup untuk kunjungan, sekaligus memastikan tidak ada wisatawan yang menerobos area terlarang,”tegas Dwi Putro Sugiarto.

Dengan penerapan sistem kuota, pengawasan ketat, serta kesadaran wisatawan, diharapkan Kawah Ijen tetap menjadi destinasi unggulan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,”Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *