Petugas dan tim medis saat memeriksa korban setelah dievakuasi, hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Foto PojokEtane.web.id/Ikhsan Suryadi.
BANYUWANGI,PojokEtane.web.id – Seorang perempuan bernama Sugiati (60) asal Dusun Petahunan Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya.
Peristiwa tragis tersebut diduga dipicu oleh kondisi sakit yang dideritanya dan tak kunjung sembuh,”Minggu (5/4/26).
Korban ditemukan dalam keadaan tergantung pada balok kayu di dapur rumahnya.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Fransisko Pramana Putra kemudian langsung melaporkan kepada kakak kandungnya bernama Linda Sulistiyaningrum.
Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto, membenarkan bahwa Fransisko Pramana Putra (26) menceritakan sebelum kejadian peristiwa itu terjadi.
Pada saat itu, Fransisko baru bangun tidur dan menuju ke dapur menemukan ibunya tergantung di balok kayu dapur rumahnya, sehingga Fransisko berteriak minta tolong dan kakak Kandungnya langsung mendatanginya,”terang Kapolsek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas Kepolisian Polsek Gambiran bahwa Sugiati selama ini diketahui tengah menderita penyakit yang cukup lama, namun belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.
Kondisi tersebut diduga membuat korban mengalami tekanan hingga akhirnya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di balok kayu dapur rumah miliknya.
Sedangkan petugas langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban.

Dalam pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban, sehingga kuat dugaan peristiwa ini merupakan murni bunuh diri.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental, terutama bagi penderita penyakit berkepanjangan.
Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.
Sehingga Keluarga membuat surat pernyataan agar mayat tersebut tidak dilakukan otopsi jenazah langsung dimakamkan,”Pungkas AKP Dwi Wijayanto.














