Asyik Mandi di Sungai, Seorang Remaja Hilang Diduga Tenggelam

banner 120x600
Korban tenggelam di Sungai Stail, di Kedung Bendo yang berada di belakang SD Muhammadiyah 9, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Foto PojokEane.web.id / Ikhsan Suryadi.

BANYUWANGI,PojokEtane web.id – Seorang remaja bernama Fais Nur Safaat (14), remaja asal Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi dilaporkan hilang saat mandi di sungai bersama sejumlah rekannya,”Sabtu (4/4/26).

Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sontak membuat panik teman-temannya yang berada di lokasi, di sungai Setail, tepatnya di Kedung Bendo yang berada di belakang SD Muhammadiyah 9, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Menurut keterangan Daroji (45) untuk membantu melakukan pencarian, Fais sempat terlihat mandi seperti biasa sebelum akhirnya menghilang dari permukaan air.

Rekan-rekannya yang menyadari kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar dan Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian awal.

Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, membenarkan peristiwa yang menimpa korban tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 wib, korban bersama lima rekannya mandi di sungai Stail tersebut.

Tiba – tiba rekan korban panik, karena salah satu rekan korban bernama Fais tidak terlihat di permukaan air dan diduga tenggelam.

Rekan korban berteriak minta tolong kepada warga sekitar lokasi Sungai, Daroji berlarian dan berusaha mencari korban sambil mencari bantuan dan melaporkan kejadian ini ke Polisian setempat.

“Upaya pencarian pun dilakukan, hingga akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sekitar 6 meter dari lokasi awal mereka mandi,”terang Kapolsek.

Kompol Edy Priswanto, menambahkan bahwa hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Korban bernama Fais Nur Safaat dinyatakan meninggal dunia murni akibat tenggelam disungai Kedung Bendo yang berada di belakang SD Muhammadiyah 9, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Bahkan keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi.

Selain itu, keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi yang diketahui oleh perangkat desa setempat.

Kepolisian Sektor Polsek Genteng, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di titik-titik yang memiliki arus deras dan kedalaman yang tidak terukur,”Pungkas Kapolsek Genteng.

Penulis: Ikhsan Suryadi Editor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *