MALANG,PojokEtane.web.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, meninjau Rest Area KM 66, Tol Pandaan, Malang, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026).
Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik dan balik lebaran 2026, dalam kunjungannya.
Kakorlantas mengecek kesiapan sarana dan prasarana rest area, mulai dari kapasitas parkir, fasilitas pendukung pemudik, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.
Rest Area KM 66 dinilai menjadi salah satu titik penting karena berada di jalur utama yang menghubungkan wilayah Jawa Timur bagian barat dan timur.
“Jadi kita sudah sekian kali turun ke lapangan bersama-sama, tentunya memastikan bahwa kesiapan secara kolaboratif selalu kita laksanakan.
Di samping meninjau jalan tol, kami juga turun ke jalan arteri, jalur Pantura juga kami cek seluruhnya.
Demikian pula pada pelaksanaan Operasi Ketupat nanti, evaluasi-evaluasi tahun lalu menjadi catatan untuk kita perbaiki,”kata Kakorlantas.
Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan mudik lebaran.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Kepolisian, pengelolah jalan tol dan instansi terkait guna memastikan kelancaran, keamanan serta kenyamanan pemudik.
Operasi Ketupat tahun lalu akan dipertahankan dan akan selalu berkolaborasi dengan semua pihak dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat 2026 mendatang.
Tentunya memastikan bahwa jalan arteri dan jalan tol sama-sama berkeselamatan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari persiapan Operasi Ketupat,”Ungkapnya.

Dirut PT Jasa Marga, Rivan A Purwantono menambahkan, pihaknya memastikan kesiapan rest area baik di jalur A maupun B agar dapat dipergunakan dengan baik para pemudik.
Sarana dan prasarana di rest area akan dicek mulai dari pengaturan arus lalu lintasnya, pengaturan kendaraan parkir, kendaraan pengisian BBM, termasuk kesiapan SPKLU, serta dukungan fasilitas seperti toilet dan masjid untuk ibadah.
“Kami berharap seluruh persiapan dan perbaikan yang telah dilakukan benar-benar dapat memastikan rest area siap digunakan dengan baik oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik yang akan datang.
Rest area memiliki peran strategis sebagai tempat istirahat pengendara, oleh karena itu, kesiapan fasilitas dan pengelolaannya harus benar-benar optimal agar tidak menimbulkan kepadatan di jalur utama,” ujarnya.
Peninjauan ini diharapkan dapat memetakan potensi kerawanan serta menjadi dasar evaluasi dalam penyusunan strategi rekayasa lalu lintas pada Operasi Ketupat Lebaran 2026 mendatang,”Pungkas, Rivan.














