BANYUWANGI,Pojoketane.web.id – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pembinaan yang produktif.
Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan jajaran Lapas Banyuwangi dalam menggelar panen raya semangka untuk kedua kalinya, Selasa (3/2/26).
Panen raya ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di SAE Paswangi.
Melalui program tersebut, warga binaan dibekali keterampilan di bidang pertanian, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga masa panen.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, bersama pejabat struktural saat melakukan panen raya Semangka dan pare diarea lahan SAE Paswangi untuk pembekalan warga binaan.
I Wayan Nurasta menyampaikan bahwa keberhasilan panen semangka ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Banyuwangi dalam mendukung program pembinaan yang produktif dan bermanfaat.
Selain meningkatkan keterampilan warga binaan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat kerja.
“Panen raya ini tidak hanya menjadi keberhasilan dari sisi hasil pertanian, tetapi juga sebagai wujud keberhasilan pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan,”ujarnya.
Bahkan panen perdana yang dilakukan pada bulan lalu, di atas lahan seluas 700 meter persegi, panen semangka jilid dua ini diproyeksikan mampu menghasilkan sebanyak 1 ton buah semangka berkualitas.
“Panen kedua ini menjadi bukti nyata bahwa SAE Paswangi terus konsisten memberikan wadah pembinaan bagi warga binaan. Kami tidak hanya fokus pada satu siklus, tetapi memastikan lahan ini tetap produktif secara berkelanjutan.

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta, optimalisasi lahan SAE ini juga merupakan bentuk peran aktif Lapas Banyuwangi dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
Selain semangka, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan panen sayur pare dengan hasil sebanyak 10 kg dari lahan seluas 100 meter persegi,”Terangnya.
Sampai saat ini, luas lahan SAE Paswangi yang mencapai 2,2 hektare, berbagai komoditi telah ditanam secara variatif, mulai dari padi, jagung, beragam jenis sayuran, hingga sektor perikanan.
“Lahan seluas 2,2 hektare ini kami maksimalkan sebaik mungkin, untuk ditanami komoditi padi, jagung, dan sayuran lainnya yang dalam waktu dekat juga akan memasuki masa panen.
Wayan berharap, program pembinaan pada SAE Paswangi tidak hanya memberikan dampak ekonomi dan kontribusi pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan bertani modern yang mumpuni sebagai modal mereka ketika kembali ke masyarakat.
Ke depan, Lapas Banyuwangi berkomitmen untuk terus mengembangkan SAE Paswangi sebagai sarana pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan, guna mempersiapkan warga binaan agar siap kembali dan berdaya guna di tengah masyarakat,”Pungkasnya.














