Berita  

Pelajar yang Hilang di Gunung Ijen Ditemukan Selamat di Puncak Sunrise

banner 120x600

Muhammad Dzikri Maulana, berhasil ditemukan dan evakuasi oleh Tim Gabungan dan sekarang dirawat di Puskismas Licin, Banyuwangi|Foto PojokEtane.web.id/Ist.

BANYUWANGI,Pojoketane.web.id – Korban anak yang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Ijen akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, Kamis (19/2/2026).

Isut punya usut, korban yang hilang di gunung ijen tersebut berasal dari Dusun Ampelgading, Desa Tamansari,  Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Resort Kawah Ijen, Rusdi Santoso menyampaikan korbani bernama Muhammad Dzikri Maulana.

Ia sebelumnya dilaporkan terpisah dari rombongan saat berada di jalur pendakian menuju kawah dan titik sunrise.

Proses pencarian dilakukan oleh petugas bersama tim gabungan dengan menyisir sejumlah titik di kawasan gunung ijen sampai ke kawah ijen,”terangnya.

Tim gabungan sekitar pukul 16.30 wib berhasil menemukan korban yang berada di dekat sunrise, dan kondisi korban sehat tanpa luka sama sekali.

Korban berhasil di evakuasi ke Paltuding  pada pukul 17.50 wib dan di larikan ke puskesmas licin untuk segera mendapatkan perawatan,”ungkap Rusdi Santoso.

Kepala Seksi KSDA Wilayah Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, mengatakan bahwa Muhammad Dzikri Maulana ditemukan di area dekat sunrise dan tebing sekitar 890 meter dari lokasi kejadian.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas akibat kelelahan dan diduga kekurangan asupan selama beberapa jam berada di lokasi tersebut.

Tim gabungan segera memberikan pertolongan pertama serta memastikan kondisi kesehatan korban sebelum dievakuasi turun dari gunung,”terangnya.

Selain itu, tidak ditemukan luka serius, namun korban tetap mendapatkan penanganan lebih lanjut untuk memastikan kondisinya benar-benar stabil.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian resmi dihentikan.

Sedangkan korban dilarikan ke Puskismas Licin, untuk proses pemulihan dan hanya butuh waktu istirahat yang cukup. Dalam peristiwa itu korban tidak mengalami luka hanya korban lemas.

Petugas mengimbau para pendaki agar selalu bersama rombongan, mematuhi arahan pemandu, serta memperhatikan kondisi cuaca dan fisik selama melakukan pendakian,”tutur, Dwi Putro Sugiarto.

Penulis: PojokEtane.web.idEditor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *