Nostalgia Dapur Lawas,Rudi Suharto Pertahankan masak pakai tungku kayu bakar

banner 120x600
Hidupkan kearifan lokal, Rudi Suharto masak dengan tungku kayu bakar seperti era 1970-an. Foto : Pojoketane.web.id/Istimewa.

BANYUWANGI,Pojoketane.web.id –  Di tengah dominasi peralatan dapur modern berbahan bakar gas dan listrik, Rudi Suharto memilih kembali menggunakan tungku kayu bakar untuk aktivitas memasak sehari-hari. 

Pria paruh baya asal Kalibaru, Banyuwangi itu sengaja menghadirkan suasana dapur tradisional yang mengingatkan pada era 1970-an.

Di dapur sederhana miliknya, kayu bakar tersusun rapi di bawah tungku berbahan tanah liat,”Minggu (1/3/26).

Asap tipis mengepul, sementara api perlahan membara memanaskan periuk di atasnya. 

Bagi Rudi, memasak dengan cara tradisional bukan sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menghadirkan kembali kenangan masa kecil yang penuh kehangatan.

“Dulu hampir semua rumah pakai tungku kayu. Rasanya beda, suasananya juga lebih akrab,”ujar Rudi.

Menurut dia, memasak menggunakan kayu bakar membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. 

Api harus dijaga agar tetap stabil, sementara kayu perlu ditambahkan secara berkala agar panas tetap terjaga. 

Meski dinilai lebih merepotkan dibanding kompor modern, proses tersebut justru memberikan kepuasan tersendiri.

Rudi menilai cita rasa masakan yang dimasak di atas tungku kayu bakar terasa lebih khas. 

Aroma asap yang meresap ke dalam makanan menghadirkan sensasi berbeda dibandingkan penggunaan kompor gas maupun listrik.

Ia menambahkan, kebiasaan kembali ke dapur tradisional juga menjadi cara sederhana untuk mengenalkan generasi muda pada budaya masa lalu. 

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak selalu harus menghapus nilai-nilai tradisional yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

“Bukan berarti menolak modernisasi, tapi ini bagian dari melestarikan kebiasaan lama yang punya cerita,”katanya.

Kisah Rudi menjadi gambaran kecil bahwa di tengah arus modernisasi, masih ada masyarakat yang merindukan kesederhanaan era 1970-an – masa ketika dapur menjadi pusat kehangatan keluarga dan tungku kayu bakar menjadi simbol kebersamaan,”Pungkasnya.

 

 

Penulis: Pojoketane.web.idEditor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *