Nelayan Asal Jember Hilang di Perairan Mustaka Pancer, Speed Ditemukan Terapung di Grajagan

banner 120x600

Nelayan Asal Jember Hilang di Perairan Mustaka Pancer, Speed Ditemukan Terapung di Grajagan

BANYUWANGI,Pojoketane.web.id – Dua nelayan masing-masing satu orang perahu berangkat dari Donganan, Bali, menuju Pantai Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026).

Dalam perjalanan, kedua nelayan asal Puger tersebut sempat beristirahat sekaligus menurunkan jaring ikan tenggiri di perairan Mustaka, Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Jaring ditebar dengan jarak sekitar 0,5 mil dari bibir pantai.

Saat berada di lokasi, cuaca tiba-tiba memburuk. Badai melanda perairan Mustaka sehingga kedua perahu speed bertahan di tengah laut sambil menunggu cuaca kembali normal.

Namun nahas, salah satu nelayan bernama Andri (70), warga Panti, Kabupaten Jember, dilaporkan hilang. Hingga kini korban belum ditemukan.

Rekan korban, Jumadi, telah melakukan pencarian hingga pagi hari, namun tidak membuahkan hasil. Ia kemudian merapat ke Pelabuhan Pancer untuk membeli kuota ponsel guna mencoba menghubungi korban.

Saat ditelepon, nomor ponsel korban berdering, tetapi tidak ada jawaban. Jumadi sempat memperkirakan korban melanjutkan perjalanan menuju Puger.

Keesokan harinya, seorang nelayan asal Grajagan, Suwarik (65), menemukan sebuah perahu speed tanpa awak (ABK) terapung di perairan Laut Grajagan, sekitar 11 mil dari jalur pelayaran kapal batu bara.

Suwarik kemudian mendekati dan memeriksa perahu tersebut. Di dalamnya ditemukan sebuah ponsel, KTP, dan dompet yang diduga milik korban.

Perahu itu selanjutnya dibawa ke tepi Pantai Coko, Grajagan, untuk diamankan. Anak kandung korban, Sulehan, sempat menghubungi nomor ponsel ayahnya.

Panggilan tersebut justru dijawab oleh Suwarik yang menjelaskan bahwa dirinya menemukan perahu dalam kondisi tanpa awak dan telah mengamankannya.

Selanjutnya, Suwarik bersama keluarga dan rekan korban melaporkan kejadian tersebut ke Poskamladu Grajagan.

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Grajagan, Peltu Andik, membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dua nelayan asal Kabupaten Jember itu berangkat dari Donganan, Bali, dengan tujuan Pelabuhan Puger.

“Pihak keluarga telah melapor ke Poskamladu Grajagan karena korban belum kembali ke rumah.

Di pos ini, kedua belah pihak saling menjelaskan kronologi serta asal-usul perahu speed tanpa ABK yang ditemukan di perairan Grajagan,”ujar Peltu Andik.

Penulis: Pojoketane.web.idEditor: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *